Kamis, 23 Juli 2009

Anak yang Cerdas

Oleh: Liswidyawati Rahayu

Mungkin Anda masih berpikir bahwa anak yang cerdas adalah anak yang super, anak yang selalu mencapai suatu tahapan dalam waktu yang cepat, anak yang sudah pandai berhitung dan membaca di usia dini, sehingga Anda cenderung mengharuskan si kecil belajar dengan cara yang serius. Padahal anak-anak yang cerdas, yaitu anak-anak yang:


Senang mengulang-ulang lirik, sajak, lelucon, dan cerita kata demi kata.
Bersiul, bersenandung, menyanyikan lagu-lagu iklan, bergumam, mengeluarkan bunyi aneh dari mulut, atau mengoceh.
Mengetuk-ngetukkan jari, tongkat, atau mainan secara berirama.
Menggambar di kaca kamar mandi yang beruap.
Membongkar mainan.
Mengoleksi benda.
Menciptakan dan bermain dengan teman-teman khayalan.
Mengubah permainan dengan menerapkan aturan khusus.
Meluncur atau berjingkrak-jingkrak dengan memakai kaos kaki di lantai dapur.
Beraksi di atas sepeda, papan luncur, atau sepatu roda.
Memutar-mutar tombol radio untuk mencari acara-acara menarik.
Menyusun balok kayu atau barang lain, lalu merubuhkannya.
Selalu ingin tahu cara kerja berbagai benda.
Menirukan bunyi binatang, mesin, suara tukang jualan yang menjajakan dagangannya, atau suara-suara aneh lain.
Mengatur dan mendekorasi ulang sekelilingnya.
Suka mendengar cerita yang sama secara berulang-ulang.
Menciptakan tarian dengan iringan musik dari radio, televisi, atau CD.
Mencampur ramuan—cairan gula atau busa sabun yang dikocok hingga berbusa.
Berteman dengan anak-anak yang lebih kecil dan binatang, atau memelihara binatang.

Mungkin Anda melihat lusinan gambaran “kecerdasan” di atas dalam diri si kecil, tapi Anda berpikir, “Oh, baru tahu saya! Saya kira si kecil hanya membuat pusing ibunya!” Berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak perilaku aneh pada anak-anak mungkin merupakan tanda-tanda khusus dari kecerdasan. Apabila Anda belajar untuk mengenali tanda-tanda tersebut, dan Anda mengembangkannya, Anda bisa membantu si kecil menjadi anak yang lebih cerdas.

(sumber: Seven Times Smarter, Three Rivers Press)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar